Breaking News
light_mode
Trending

Penutupan IMT-GT ke-9, Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Hijau Berkelanjutan

  • account_circle Yuda Ananda
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 1.086
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru resmi menutup rangkaian Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) Meeting ke-9 di Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Kamis (6/8/2026).

Penutupan ditandai dengan kegiatan penanaman pohon sebagai simbol komitmen bersama memperkuat kolaborasi lintas negara dalam mewujudkan kota hijau berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghasilkan sejumlah komitmen penting untuk memperkuat kerja sama antardaerah di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Forum ini juga menjadi ruang bertukar pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di masing-masing wilayah.

Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E., M.M, mengatakan seluruh rangkaian agenda IMT-GT GCMC ke-9 berjalan lancar. Menurutnya, forum internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan berbagai bentuk kerja sama konkret antarwilayah.

“Pertemuan ini tidak hanya berhenti pada forum diskusi. Ada beberapa kerja sama antardaerah, baik antara Indonesia, Thailand, maupun Malaysia, termasuk dalam pertukaran dokumen, inovasi, dan praktik terbaik yang dimiliki masing-masing daerah,” kata Agung.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan sebuah forum internasional tidak cukup hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan seremonial. Implementasi hasil pertemuan melalui kolaborasi nyata menjadi tolok ukur keberhasilan dalam mendorong pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing.

Dalam penutupan forum tersebut juga ditetapkan bahwa Malaysia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT GCMC berikutnya. Keputusan itu menjadi bagian dari kesinambungan kerja sama regional yang telah terbangun di antara negara-negara anggota.

Salah satu kesimpulan penting dari pertemuan ini adalah komitmen bersama untuk menjaga lingkungan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus. Kesepahaman tersebut menjadi pesan utama yang menguatkan arah pembangunan berkelanjutan di kawasan IMT-GT.

Di sela kegiatan penanaman pohon, Agung Nugroho kembali menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun. Menurutnya, pembangunan juga harus mampu menjaga keseimbangan alam dan menciptakan lingkungan yang sehat.

“Kami sepakat bahwa menjaga alam dan lingkungan sama pentingnya dengan meninggalkan masa depan yang baik bagi generasi penerus,” ujar Agung.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan berkelanjutan menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pembangunan fisik, dan pelestarian lingkungan. Ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Agung juga menyampaikan bahwa forum tersebut tidak hanya dihadiri delegasi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sejumlah perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia turut berpartisipasi, di antaranya Aceh, Sumatera Barat, Bangka Barat, serta sejumlah daerah lainnya.

Menurutnya, kehadiran berbagai daerah tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian pemerintah terhadap upaya membangun kota yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. Kolaborasi antardaerah dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan perkotaan di masa depan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh delegasi IMT-GT GCMC ke-9 dijamu dengan makan siang yang menyajikan aneka kuliner Nusantara. Setelah itu, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam forum internasional tersebut.

Penutupan IMT-GT GCMC ke-9 di Pekanbaru tidak hanya menjadi akhir dari sebuah agenda internasional, tetapi juga menjadi titik awal penguatan komitmen bersama dalam membangun kota yang lebih hijau dan berkelanjutan. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh komitmen yang telah disepakati dapat diwujudkan melalui langkah nyata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan generasi yang akan datang.***red/yd

  • Penulis: Yuda Ananda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASHKAHFI FC Ikuti Turnamen Piala Kemerdekaan 2026 Di  Pekanbaru, Jadikan Pertandingan Perdana Sebagai Pengalaman Berharga

    ASHKAHFI FC Ikuti Turnamen Piala Kemerdekaan 2026 Di  Pekanbaru, Jadikan Pertandingan Perdana Sebagai Pengalaman Berharga

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle kontak.antarapos@gmail.com
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Pekanbaru — Tim mini soccer ASHKAHFI FC turut ambil bagian dalam ajang Turnamen Piala kemerdekaan dipekanbaru yang dilaksanakan pada 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ajang bagi tim-tim mini soccer untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat hubungan antarpemain dan komunitas olahraga. Keikutsertaan dalam turnamen ini menjadi pengalaman bagi ASHKAHFI FC sebagai tim yang baru […]

  • Listrik Padam Menyeluruh, DPD PRI Riau Minta PLN Evaluasi Kinerja

    Listrik Padam Menyeluruh, DPD PRI Riau Minta PLN Evaluasi Kinerja

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle kontak.antarapos@gmail.com
    • visibility 37
    • 0Komentar

    ANTARA POS, PEKANBARU – Pemadaman listrik berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah memicu sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Ketua DPD Partai Rakyat Indonesia (PRI) Riau, Peri Akri, SE MM, mendesak penyedia layanan kelistrikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan komunikasi publik, Sabtu (23/5/2026). Dikutip dari Goriau.com, masyarakat dinilai sudah menjalankan kewajiban sebagai pelanggan dengan […]

  • Pemko Pekanbaru Kejar Perbaikan 42 Kilometer Jalan Rusak, 23,6 Km Sudah Digarap

    Pemko Pekanbaru Kejar Perbaikan 42 Kilometer Jalan Rusak, 23,6 Km Sudah Digarap

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 595
    • 0Komentar

    PEKANBARU, Antara Pos – Pemerintah Kota Pekanbaru terus mempercepat pembenahan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah wilayah. Dari target perbaikan sekitar 42 kilometer sepanjang 2026, progres pengerjaan hingga 13 Agustus telah mencapai 23,6 kilometer. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan pekerjaan perbaikan masih terus berjalan di sejumlah […]

  • Salehuddin Minta Pusat Prioritaskan Perbaikan Jalan Lintas Bono dan Jalan Lingkar Pulau Mendol di Pelalawan

    Salehuddin Minta Pusat Prioritaskan Perbaikan Jalan Lintas Bono dan Jalan Lingkar Pulau Mendol di Pelalawan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 916
    • 0Komentar

    ANTARAPOS, PELALAWAN – Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Pelalawan, Salehuddin, A.Md.Pi, menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi Jalan Lintas Bono (Jalinbon) dan Jalan Lingkar Pulau Mendol kepada Ketua Fraksi PKS DPR RI, Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, S.E., M.Si, dalam pertemuan Fraksi PKS DPRD Provinsi Riau bersama Ketua Fraksi PKS DPRD […]

  • WALHI Duga PT RAPP Berkali-Kali Terlibat Karhutla di Riau

    WALHI Duga PT RAPP Berkali-Kali Terlibat Karhutla di Riau

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Antara
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Antara Pos, Pekanbaru – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau menyebut PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Sungai Mandau sebagai salah satu korporasi yang terindikasi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara berulang. Hal itu disampaikan Direktur WALHI Riau Eko Yunanda dalam jumpa pers bertajuk “Riau Dikepung Asap: Sikap Abai dan Lemahnya Penegakan […]

  • Cultural Exchange International, Ini Cara SMA Labschool Unesa 1 bersama Peserta AFS asal Italia photo_camera 3

    Cultural Exchange International, Ini Cara SMA Labschool Unesa 1 bersama Peserta AFS asal Italia

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 24
    • 0Komentar

    ANTARA POS, SURABAYA – SMA Labschool Unesa 1 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional melalui kegiatan pengenalan alat musik tradisional gamelan bersama peserta AFS (American Field Service) asal Italia, Alissia Scisci. Dalam berbagai kegiatan budaya yang dilaksanakan oleh SMA Labschool Unesa 1 Surabaya maupun kegiatan di lingkungan Universitas […]

expand_less