Tembilahan Digegerkan Monyet Liar Yang Menyerang Warga, Belasan Korban Mengalami Luka Robek
- account_circle Yuda Ananda
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- visibility 1.154
- comment 0 komentar
- print Cetak

A closeup shot of a macaque on a wooden ledge with an opened mouth and blurred natural background
ANTARAPOS – Tembilahan kembali digegerkan oleh aksi seekor monyet liar yang menyerang warga pada Selasa (4/8/2026). Hingga kini, tercatat belasan warga menjadi korban dan harus dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan akibat luka robek yang cukup serius.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Beberapa di antaranya juga menerima vaksin sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan penularan rabies.
Berdasarkan video dan foto yang beredar di media sosial, keluarga korban mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena monyet liar tersebut masih berkeliaran dan berpotensi kembali menyerang warga.
“Anak-anak, orang dewasa hingga lansia semuanya diserang tanpa rasa takut,” kata Ayik, Selasa (04/08/2026).
Korban pertama merupakan seorang anak yang mengalami luka gigitan di bagian leher. Korban segera dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis.
Pada hari yang sama, serangan kembali terjadi. Kali ini, dua pria dewasa dan seorang anak perempuan menjadi korban. Mereka mengalami luka di bagian kepala, tubuh, dan tangan akibat serangan monyet liar tersebut.
“Seluruh korban sudah dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan,” ujar Ayik.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, monyet tersebut diduga menjadi agresif setelah anaknya diambil oleh seorang pemuda untuk dipelihara. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti serangan tersebut.
“Monyet marah karena ada yang mengambil anaknya,” katanya.
Menyusul bertambahnya jumlah korban, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) telah mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan evakuasi serta membantu penanganan di lokasi.
Sementara itu, keresahan warga terus meningkat. Sejumlah masyarakat dilaporkan berupaya melumpuhkan monyet tersebut menggunakan senapan angin guna mencegah jatuhnya korban baru. Hingga berita ini ditulis, warga bersama petugas masih melakukan pencarian terhadap primata tersebut.***red/yd.
- Penulis: Yuda Ananda


Saat ini belum ada komentar