Breaking News
light_mode
Trending

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemprov Riau dan TNI-Polri Siapkan 18 Posko

  • account_circle Yuda Ananda
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 768
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PEKANBARU, Antara Pos – Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau diperkuat. Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI dan Polri menyiapkan pola penanganan terpadu dengan mengandalkan pembagian wilayah, tim respons cepat serta sejumlah posko yang tersebar di daerah rawan.

Sebanyak 18 posko disiapkan sebagai bagian dari sistem koordinasi dan pengerahan personel apabila terjadi kebakaran. Langkah tersebut dibahas dalam apel kesiapsiagaan karhutla yang digelar di Halaman Mapolda Riau, Senin (10/8/2026).

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan pencegahan dan penanganan karhutla harus dimulai dari kesiapan sebelum kebakaran terjadi.

Ia meminta seluruh unsur memastikan personel, kendaraan, peralatan pemadaman, sarana komunikasi, sumber air serta jalur menuju lokasi rawan dalam kondisi siap digunakan.

Menurut SF Hariyanto, informasi mengenai titik panas juga tidak boleh berhenti sebatas laporan. Setiap indikasi harus segera diperiksa oleh petugas di lapangan agar keberadaan api dapat diketahui sejak awal.

“Peringatan dini harus segera diterjemahkan menjadi aksi dini. Setiap titik panas perlu segera diverifikasi dan apabila ditemukan api, dilakukan pemadaman awal sebelum meluas dan masuk lebih dalam ke lahan gambut,” ujarnya.

SF Hariyanto juga meminta seluruh data terkait potensi karhutla tidak berjalan sendiri-sendiri. Informasi dari berbagai lembaga perlu dipadukan sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.

Data tersebut mencakup informasi dari BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan hingga laporan masyarakat.

“Data BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat perlu segera dihubungkan dan diverifikasi. Dengan begitu, dukungan operasi dapat digerakkan ketika dibutuhkan,” katanya.

Dengan sistem informasi yang terhubung, pemerintah berharap pengerahan personel maupun peralatan bisa dilakukan lebih cepat ketika ditemukan titik api.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengungkapkan bahwa TNI, Polri dan pemerintah daerah telah membagi pola operasi melalui clusterisasi dan rayonisasi.

Pembagian tersebut bertujuan agar setiap wilayah memiliki unsur yang siap bergerak ketika muncul kebakaran. Dengan begitu, penanganan tidak harus menunggu pengerahan dari lokasi yang jauh.

“Saya bersama TNI dan Polri, Pak Kapolda, dibantu dan diarahkan oleh Pak Gubernur, sudah membentuk clusterisasi dan rayonisasi ketika terjadi titik-titik api. Melalui sistem tersebut, kita dapat mempercepat penanganan di lapangan,” ungkapnya.

Selain sistem pembagian wilayah, aparat bersama pemerintah daerah juga membentuk tim gabungan Quick Response Force.

Tim tersebut akan menjadi salah satu unsur yang bergerak ketika laporan kebakaran diterima dan telah melalui proses verifikasi.

Untuk mendukung koordinasi, sebanyak 18 posko ditempatkan di sejumlah titik sesuai pembagian wilayah.

“Ada tim-tim Quick Response Force secara gabungan yang kita bentuk, serta posko-posko di beberapa titik, sebanyak 18 titik sesuai dengan wilayah, sehingga dapat digerakkan dengan cepat apabila dibutuhkan,” katanya.

Agus mengatakan penanganan karhutla di Riau membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Luas wilayah serta kondisi geografis sejumlah kawasan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang semakin luas.

Masyarakat juga diharapkan tidak pasif ketika menemukan indikasi kebakaran. Informasi sedini mungkin dapat membantu petugas melakukan pengecekan dan mengambil tindakan sebelum api membesar.

“Kita tidak bisa bekerja sendirian, harus terpadu, termasuk dengan dukungan dari seluruh masyarakat dan kesadaran masyarakat. Kuncinya adalah terpadu,” pungkasnya.

Melalui pola penanganan berbasis wilayah, keberadaan 18 posko serta tim respons cepat, pemerintah berharap setiap kejadian karhutla di Riau dapat ditangani sejak tahap awal. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.***red/yd

  • Penulis: Yuda Ananda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Booth Minuman Beralkohol Gelar Tantangan Hafalan Surah Ad-Duha, MUI Soroti Dugaan Pelecehan Agama

    Viral Booth Minuman Beralkohol Gelar Tantangan Hafalan Surah Ad-Duha, MUI Soroti Dugaan Pelecehan Agama

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 656
    • 0Komentar

    JAKARTA, Antara Pos – Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas sebuah booth minuman beralkohol di acara The Sounds Project menjadi perbincangan di media sosial. Booth tersebut diduga mengadakan tantangan kepada pengunjung untuk menghafalkan Surah Ad-Duha. Dalam video yang beredar, pengunjung terlihat mengikuti sebuah tantangan yang berkaitan dengan hafalan ayat Al-Qur’an. Aktivitas tersebut kemudian menuai kritik karena […]

  • Pelayanan Masyarakat Berujung Penahanan, Perangkat Desa Di Ditangkap Polres Kampar, Satu Orang Masih Bebas

    Pelayanan Masyarakat Berujung Penahanan, Perangkat Desa Di Ditangkap Polres Kampar, Satu Orang Masih Bebas

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Antara
    • visibility 455
    • 0Komentar

    KAMPAR – Kasus dugaan pemalsuan surat tanah seluas sekitar 8 hektar di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, terus menjadi sorotan publik. Dalam perkara yang kini ditangani aparat penegak hukum tersebut, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Tiga di antaranya telah ditahan, sementara satu tersangka lainnya hingga kini belum ditahan. Kasus yang mencuat […]

  • Jika Tak Ada Respon, Bidik Tipikor Pelalawan Akan Demo PT Pertamina Patra Niaga Terkait SPBU Lubuk Terap

    Jika Tak Ada Respon, Bidik Tipikor Pelalawan Akan Demo PT Pertamina Patra Niaga Terkait SPBU Lubuk Terap

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle kontak.antarapos@gmail.com
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Antara Pos, PELA­LAWAN — Ormas Bidik Tipikor Kabupaten Pelalawan kembali melayangkan laporan/pengaduan masyarakat sekaligus permohonan audiensi kedua kepada PT Pertamina Patra Niaga terkait aktivitas SPBU 14.283.62.4 di Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, terutama menyangkut dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi dan kejadian kebakaran di SPBU tersebut. Laporan tertanggal 8 September 2026 itu mendesak […]

  • Koptan Kampar Jaya dan KSO PT Agrinas Palma Nusantara Salurkan Hewan Kurban Sambut Idul Adha 1447 H

    Koptan Kampar Jaya dan KSO PT Agrinas Palma Nusantara Salurkan Hewan Kurban Sambut Idul Adha 1447 H

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Antara Pos, Kampar  – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Koptan Kampar Jaya Bersama bersama KSO PT Agrinas Palma Nusantara menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di wilayah operasional perusahaan dan koperasi di Kabupaten Kampar, Selasa, 26 Mei 2026. Penyaluran tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga ring satu sekaligus memperkuat hubungan kemitraan […]

  • Forum Masyarakat Hutan dan Agraria Desak Bareskrim Usut Dugaan Dana Koperasi Mertasari dan Sekikilan Jaya

    Forum Masyarakat Hutan dan Agraria Desak Bareskrim Usut Dugaan Dana Koperasi Mertasari dan Sekikilan Jaya

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle kontak.antarapos@gmail.com
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA — Forum Masyarakat Hutan dan Agraria mendesak Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) segera turun tangan mengusut secara serius dugaan penyimpangan atau korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan dana Koperasi Mertasari dan Koperasi Sekikilan Jaya. Nasli selaku koordinator forum  tersebut meminta aparat penegak hukum tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga menelusuri secara […]

  • Idul Adha Sebagai Momentum Keikhlasan, Pengorbanan, dan Kepedulian Sosial

    Idul Adha Sebagai Momentum Keikhlasan, Pengorbanan, dan Kepedulian Sosial

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 531
    • 0Komentar

    ANTARA POS, Pekanbaru – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali menjadi momentum penting bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk memperkuat nilai keimanan, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Perayaan yang identik dengan ibadah kurban ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mengandung makna spiritual yang sangat mendalam. Idul Adha berawal dari kisah keteladanan […]

expand_less