Viral Karpet Bermotif Masjid Dipakai sebagai Alas Panggung Upacara di Buton Tengah
- account_circle Yuda Ananda
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 520
- comment 0 komentar
- print Cetak

BUTON TENGAH, Antara Pos — Penggunaan sebuah karpet bermotif menyerupai karpet masjid sebagai alas panggung saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Kanapa-Napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, menuai perhatian masyarakat.
Karpet tersebut digunakan sebagai alas area panggung atau tribun tempat pejabat dan tamu undangan berada ketika upacara berlangsung pada Senin (17/8/2026).
Foto penggunaan karpet itu kemudian beredar dan menjadi perbincangan. Pasalnya, motif karpet dinilai menyerupai karpet yang biasa digunakan di tempat ibadah.
Camat Mawasangka, Imaduddin, memberikan penjelasan mengenai penggunaan karpet tersebut. Ia mengatakan karpet yang digunakan bukan karpet masjid yang masih dipakai untuk kegiatan ibadah.
“Jadi karpet yang saya pinjam itu sudah tidak dipakai lagi di masjid,” ujar Imaduddin kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Menurut Imaduddin, karpet tersebut dipinjam dari Desa Kanapa-Napa. Karpet lama itu sebelumnya merupakan inventaris desa dan kemudian dimanfaatkan panitia sebagai alas tribun bagi para tamu undangan.
“Karpet yang kami gunakan itu kami pinjam dari Desa Kanapa-Napa,” katanya.
Ia menjelaskan penggunaan karpet tersebut dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan kepada pejabat dan tamu yang berada di area tribun selama rangkaian upacara berlangsung.
“Panitia menggunakan karpet tersebut sebagai alas tribun untuk memberikan kenyamanan kepada para tamu undangan selama proses upacara berlangsung,” jelasnya.
Meski demikian, Imaduddin mengakui penggunaan karpet dengan motif yang identik dengan tempat ibadah dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Atas polemik yang muncul, Imaduddin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan publik atas penggunaan karpet tersebut.
“Atas nama pemerintah kecamatan, baik saya secara pribadi maupun pemerintah kecamatan, menyampaikan permohonan maaf kepada publik,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut pun menjadi perhatian di media sosial setelah foto karpet yang digunakan sebagai alas panggung beredar luas. Pemerintah Kecamatan Mawasangka telah memberikan klarifikasi mengenai asal-usul dan status karpet yang digunakan dalam kegiatan tersebut.***red/yd.
- Penulis: Yuda Ananda


Saat ini belum ada komentar