Breaking News
light_mode
Trending

Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 9 Kembangkan Lahan Komunal RW 09 Tangkerang Timur Jadi Kebun TOGA dan Sayur Produktif

  • account_circle Yuda Ananda
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 775
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PEKANBARU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 9 bersama warga, kader PKK, serta pengurus RT/RW mengembangkan lahan komunal Apotik Hidup di RW 09, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, melalui program Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Program yang melibatkan 25 mahasiswa dari berbagai program studi tersebut dilaksanakan pada minggu kedua masa KKN yang berlangsung Juli hingga September 2026. Kegiatan difokuskan pada pemanfaatan lahan komunal untuk budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) dan sayuran yang memiliki masa panen relatif cepat.

Penanaman dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dengan memanfaatkan media polybag. Sejumlah tanaman TOGA yang dikembangkan antara lain jahe, kunyit, kencur, sereh, dan temulawak.

Sementara itu, untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat, mahasiswa dan warga turut menanam sejumlah sayuran, seperti cabai, kangkung, bayam, sawi, dan wortel.

Lahan Komunal Dikembangkan Lebih Produktif

Pengembangan lahan tersebut dilatarbelakangi keberadaan lahan komunal RW 09 yang telah berstatus resmi sebagai kawasan Apotik Hidup. Potensi tersebut kemudian dikembangkan mahasiswa KKN bersama masyarakat agar pemanfaatannya tidak hanya sebatas tanaman obat, tetapi juga dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Ketua Kelompok 9 KKN UMRI, Arrel Dwi Rizki, mengatakan keberadaan lahan yang telah berstatus sebagai Apotik Hidup menjadi modal penting untuk dikembangkan bersama.

“Lahan komunal ini sudah berstatus resmi sebagai Apotik Hidup. Karena itu, mahasiswa dan warga bergotong royong mengembangkannya lebih lanjut agar dapat menjadi sumber pangan bersama sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujar Arrel.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua RW 09 Anwar Anas menyambut baik pelaksanaan program P2L yang digagas mahasiswa KKN UMRI Kelompok 9.

“Kami menyambut baik program ini dan berharap sinergi antara mahasiswa dengan warga dapat terus berlanjut demi kemajuan lahan Apotik Hidup RW 09,” kata Anwar.

Hasil Panen Disiapkan Jadi Produk Bernilai Jual

Program P2L tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan penanaman. Mahasiswa KKN Kelompok 9 juga menyiapkan rencana pengembangan hasil panen agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Hasil tanaman TOGA nantinya direncanakan diolah menjadi jamu herbal, sedangkan hasil panen sayuran akan dikembangkan menjadi paket sayur siap masak.

Untuk mendukung pemasaran, akan dilakukan pendampingan terkait branding dan pengemasan produk. Produk yang dihasilkan juga direncanakan untuk diuji jual melalui warung-warung di sekitar lingkungan RW 09 maupun melalui pemasaran secara online.

Dengan konsep tersebut, lahan Apotik Hidup diharapkan tidak hanya menjadi ruang penghijauan dan budidaya tanaman, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu sumber pangan sekaligus kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

Keberlanjutan Program Setelah KKN

Agar manfaat program tetap berjalan setelah masa KKN berakhir, pengelolaan lahan nantinya akan diserahterimakan kepada kader PKK dan pengurus RW.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kegiatan budidaya tanaman serta pengembangan produk hasil panen tetap dilanjutkan oleh masyarakat.

Program Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN UMRI Kelompok 9 dengan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan komunal yang telah tersedia. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan peluang ekonomi melalui pengolahan dan pemasaran hasil panen.

  • Penulis: Yuda Ananda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir dan Drama VAR

    Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir dan Drama VAR

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Antarapos, Olahraga – Duel babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua raksasa Eropa, Portugal vs Kroasia, di Toronto Stadium, Kanada, pada Jumat (02/07/2026) berjalan dramatis. Berita Lewat drama menit-menit akhir, timnas berjuluk Selecao das Quinas akhirnya sukses membungkus kemenangan tipis 2-1 atas Vatreni. Dikutip dari Beritanasional.com,  laga ini juga mencetak sejarah unik di […]

  • WALHI Duga PT RAPP Berkali-Kali Terlibat Karhutla di Riau

    WALHI Duga PT RAPP Berkali-Kali Terlibat Karhutla di Riau

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Antara
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Antara Pos, Pekanbaru – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau menyebut PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Sungai Mandau sebagai salah satu korporasi yang terindikasi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara berulang. Hal itu disampaikan Direktur WALHI Riau Eko Yunanda dalam jumpa pers bertajuk “Riau Dikepung Asap: Sikap Abai dan Lemahnya Penegakan […]

  • Pelayanan Masyarakat Berujung Penahanan, Perangkat Desa Di Ditangkap Polres Kampar, Satu Orang Masih Bebas

    Pelayanan Masyarakat Berujung Penahanan, Perangkat Desa Di Ditangkap Polres Kampar, Satu Orang Masih Bebas

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Antara
    • visibility 455
    • 0Komentar

    KAMPAR – Kasus dugaan pemalsuan surat tanah seluas sekitar 8 hektar di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, terus menjadi sorotan publik. Dalam perkara yang kini ditangani aparat penegak hukum tersebut, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Tiga di antaranya telah ditahan, sementara satu tersangka lainnya hingga kini belum ditahan. Kasus yang mencuat […]

  • Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Diikuti 1.050 Atlet, Jadi Ajang Pembinaan dan Penguatan Karakter

    Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Diikuti 1.050 Atlet, Jadi Ajang Pembinaan dan Penguatan Karakter

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PEKANBARU, Antara Pos – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Karate Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Riau 2026 memperebutkan Piala Plt Gubernur Riau resmi digelar di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026). Kejuaraan yang mengusung semangat “Junjung Tinggi Sportivitas” ini diikuti sekitar 1.050 atlet yang berasal dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Ketua Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau […]

  • Sidang Abdul Wahid : Terkait “Matahari Satu” Terbantahkan, Ini Penjelasan Ahli Pidana

    Sidang Abdul Wahid : Terkait “Matahari Satu” Terbantahkan, Ini Penjelasan Ahli Pidana

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 34
    • 1Komentar

    Antara Pos, PEKANBARU – Persidangan perkara yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (24/06/2026). Dalam agenda sidang tersebut, Tim Kuasa Hukum menghadirkan Ahli Hukum Pidana Dr. Chairul Huda, SH, MH untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim. Keterangan ahli menjadi perhatian karena menyinggung istilah “Matahari Satu” yang sebelumnya dikaitkan dengan […]

  • Karhutla Pelalawan Meluas, Wabup dan Kapolres Turun Langsung Padamkan Api

    Karhutla Pelalawan Meluas, Wabup dan Kapolres Turun Langsung Padamkan Api

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Yuda Ananda
    • visibility 528
    • 0Komentar

    PELALAWAN, Antara Pos – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan. Hingga Kamis (13/8/2026), sedikitnya terdapat tiga titik kebakaran yang terpantau di wilayah tersebut. Titik api berada di Kelurahan Kerumutan, Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, serta lokasi terbaru di Desa Petodaan yang berada di kawasan perbatasan dengan Desa Teluk Binjai. […]

expand_less