Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 9 Kembangkan Lahan Komunal RW 09 Tangkerang Timur Jadi Kebun TOGA dan Sayur Produktif
- account_circle Yuda Ananda
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- visibility 774
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 9 bersama warga dan pengurus RW 09 berfoto di lahan komunal Apotik Hidup yang dikembangkan menjadi kebun TOGA dan sayuran produktif di Kelurahan Tangkerang Timur, Pekanbaru. AP/YD.
PEKANBARU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 9 bersama warga, kader PKK, serta pengurus RT/RW mengembangkan lahan komunal Apotik Hidup di RW 09, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, melalui program Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Program yang melibatkan 25 mahasiswa dari berbagai program studi tersebut dilaksanakan pada minggu kedua masa KKN yang berlangsung Juli hingga September 2026. Kegiatan difokuskan pada pemanfaatan lahan komunal untuk budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) dan sayuran yang memiliki masa panen relatif cepat.
Penanaman dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dengan memanfaatkan media polybag. Sejumlah tanaman TOGA yang dikembangkan antara lain jahe, kunyit, kencur, sereh, dan temulawak.
Sementara itu, untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat, mahasiswa dan warga turut menanam sejumlah sayuran, seperti cabai, kangkung, bayam, sawi, dan wortel.
Lahan Komunal Dikembangkan Lebih Produktif
Pengembangan lahan tersebut dilatarbelakangi keberadaan lahan komunal RW 09 yang telah berstatus resmi sebagai kawasan Apotik Hidup. Potensi tersebut kemudian dikembangkan mahasiswa KKN bersama masyarakat agar pemanfaatannya tidak hanya sebatas tanaman obat, tetapi juga dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.
Ketua Kelompok 9 KKN UMRI, Arrel Dwi Rizki, mengatakan keberadaan lahan yang telah berstatus sebagai Apotik Hidup menjadi modal penting untuk dikembangkan bersama.
“Lahan komunal ini sudah berstatus resmi sebagai Apotik Hidup. Karena itu, mahasiswa dan warga bergotong royong mengembangkannya lebih lanjut agar dapat menjadi sumber pangan bersama sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujar Arrel.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua RW 09 Anwar Anas menyambut baik pelaksanaan program P2L yang digagas mahasiswa KKN UMRI Kelompok 9.
“Kami menyambut baik program ini dan berharap sinergi antara mahasiswa dengan warga dapat terus berlanjut demi kemajuan lahan Apotik Hidup RW 09,” kata Anwar.
Hasil Panen Disiapkan Jadi Produk Bernilai Jual
Program P2L tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan penanaman. Mahasiswa KKN Kelompok 9 juga menyiapkan rencana pengembangan hasil panen agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Hasil tanaman TOGA nantinya direncanakan diolah menjadi jamu herbal, sedangkan hasil panen sayuran akan dikembangkan menjadi paket sayur siap masak.
Untuk mendukung pemasaran, akan dilakukan pendampingan terkait branding dan pengemasan produk. Produk yang dihasilkan juga direncanakan untuk diuji jual melalui warung-warung di sekitar lingkungan RW 09 maupun melalui pemasaran secara online.
Dengan konsep tersebut, lahan Apotik Hidup diharapkan tidak hanya menjadi ruang penghijauan dan budidaya tanaman, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu sumber pangan sekaligus kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
Keberlanjutan Program Setelah KKN
Agar manfaat program tetap berjalan setelah masa KKN berakhir, pengelolaan lahan nantinya akan diserahterimakan kepada kader PKK dan pengurus RW.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kegiatan budidaya tanaman serta pengembangan produk hasil panen tetap dilanjutkan oleh masyarakat.
Program Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN UMRI Kelompok 9 dengan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan komunal yang telah tersedia. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan peluang ekonomi melalui pengolahan dan pemasaran hasil panen.
- Penulis: Yuda Ananda


Saat ini belum ada komentar