DBD di Pekanbaru Capai 534 Kasus, Tuah Madani Jadi Wilayah Tertinggi
- account_circle Yuda Ananda
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- visibility 462
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi salah satu penyebab penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat. AP/YD/inews.id.
PEKANBARU, Antara Pos – Warga Kota Pekanbaru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga akhir Juli 2026, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 534 kasus DBD sejak awal tahun.
Dari jumlah tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia. Korban merupakan warga Kecamatan Tuah Madani dan saat ini Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi, membenarkan adanya korban meninggal akibat DBD tersebut.
“Satu orang meninggal dunia, warga Kecamatan Tuah Madani. Kita melakukan penyelidikan epidemiologi apa yang menyebabkan,” kata Deddy, Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan pemetaan kasus, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan jumlah kasus paling tinggi, yakni 86 kasus. Selanjutnya terdapat Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus dan Bukit Raya sebanyak 66 kasus.
Kasus lainnya tersebar di sejumlah kecamatan. Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing mencatat 44 kasus, Payung Sekaki 39 kasus, Rumbai 33 kasus, serta Rumbai Timur sebanyak 32 kasus.
Dinas Kesehatan Pekanbaru terus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebersihan lingkungan. Tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti perlu dibersihkan secara rutin.
Masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Pemeriksaan terhadap tempat penampungan air di lingkungan rumah menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah bertambahnya kasus.
Pemko Pekanbaru berharap keterlibatan masyarakat dapat membantu menekan penyebaran DBD, terutama di wilayah yang mencatat jumlah kasus cukup tinggi.
Dengan jumlah kasus yang telah mencapai 534, kewaspadaan dinilai perlu ditingkatkan agar kasus DBD tidak terus bertambah dan menimbulkan korban berikutnya.***red/yd.
- Penulis: Yuda Ananda


Saat ini belum ada komentar