IPPMKK Pekanbaru Tolak Rencana Tambang Timah di Laut Karimun, Soroti Ancaman bagi Lingkungan dan Nelayan
- account_circle Yuda Ananda
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- visibility 960
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pekanbaru – Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabupaten Karimun Pekanbaru (IPPMKK), Muhamad Adib, menyatakan penolakan terhadap rencana aktivitas penambangan pasir timah di wilayah laut Kabupaten Karimun. Menurutnya, rencana tersebut perlu dikaji secara mendalam karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan pesisir dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.
Muhamad Adib menilai bahwa aktivitas pengerukan pasir timah berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Kekeruhan perairan, perubahan habitat biota laut, hingga terganggunya kawasan tangkap ikan menjadi sejumlah potensi dampak yang perlu menjadi perhatian sebelum proyek tersebut dijalankan.
Selain persoalan lingkungan, ia juga menyoroti potensi dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat nelayan. Menurutnya, apabila wilayah tangkap ikan terganggu, maka hasil tangkapan nelayan dapat menurun dan pada akhirnya memengaruhi pendapatan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari sumber daya laut.
“Atas dasar itu, kami menolak rencana aktivitas penambangan timah di laut Karimun yang berpotensi mengancam kelestarian lingkungan dan mata pencaharian masyarakat pesisir. Pembangunan daerah harus tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan serta melindungi ruang hidup masyarakat,” ujar Muhamad Adib.
IPPMKK Pekanbaru juga meminta Pemerintah Kabupaten Karimun, PT Timah, dan seluruh pihak terkait untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Menurutnya, setiap rencana pemanfaatan sumber daya alam harus didasarkan pada kajian ilmiah yang komprehensif dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang terdampak.
Lebih lanjut, Muhamad Adib menegaskan bahwa Kabupaten Karimun memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan tidak harus bergantung pada sektor pertambangan sebagai sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai masih banyak sektor lain yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Karimun memiliki potensi besar di sektor perikanan, kelautan, pelabuhan, pariwisata bahari, industri, perdagangan, hingga pengembangan UMKM. Apabila sektor-sektor tersebut dikelola secara optimal, maka akan mampu meningkatkan PAD, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Muhamad Adib, pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan eksploitasi sumber daya alam yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus mengembangkan potensi ekonomi yang ramah lingkungan dan memperkuat ekonomi masyarakat.
“Laut Karimun bukan hanya aset ekonomi, tetapi juga sumber kehidupan dan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Kemajuan daerah harus diwujudkan melalui pembangunan yang berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” tutup Muhamad Adib.***red/yd
- Penulis: Yuda Ananda


Saat ini belum ada komentar