336 Ribu Pendaftar, Kuota Upacara HUT RI di Istana Membeludak
- account_circle Yuda Ananda
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 535
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. AP/YD/suara.com
JAKARTA, Antara Pos – Keinginan masyarakat untuk menyaksikan langsung peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka ternyata sangat besar. Dalam waktu hanya empat hari sejak pendaftaran dibuka, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 336 ribu orang.
Jumlah tersebut jauh melampaui kapasitas awal yang disediakan pemerintah. Untuk pelaksanaan upacara tahun ini, pemerintah sebelumnya hanya menyiapkan sekitar 5.500 slot undangan bagi masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan tingginya jumlah pendaftar membuat pemerintah perlu menambah kapasitas agar lebih banyak masyarakat dapat ikut merasakan langsung momentum peringatan kemerdekaan di Istana.
Hal itu disampaikan Prasetyo saat berada di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/8/2026).
“Jadi dari agenda atau slot kurang lebih 5.500 yang kita siapkan. Pendaftar selama 4 hari dibuka itu mencapai di atas 336.000 pendaftar,” kata Prasetyo.
Untuk mengakomodasi tingginya animo tersebut, pemerintah menyiapkan tambahan satu blok dengan kapasitas sekitar 3.400 orang.
Tambahan kuota tersebut akan digunakan untuk dua agenda berbeda, yakni upacara pada pagi hari dan prosesi penurunan bendera pada sore harinya.
“Nanti tentu akan kita bagi menjadi dua sesi yaitu upacara pagi dan upacara penurunan bendera, untuk menambah atau mengakomodir jumlah supaya jauh lebih banyak masyarakat dapat ikut hadir di Istana,” ujar Prasetyo.
Pemerintah tidak hanya menambah jumlah undangan. Sistem seleksi peserta juga akan mempertimbangkan riwayat kehadiran masyarakat pada pelaksanaan upacara tahun-tahun sebelumnya.
Prasetyo menjelaskan, data para pendaftar akan diperiksa untuk mengetahui siapa saja yang sebelumnya sudah pernah mengikuti upacara HUT RI secara langsung di Istana.
Masyarakat yang belum pernah mendapatkan kesempatan tersebut akan lebih diprioritaskan dalam pembagian undangan.
Kebijakan ini dilakukan karena terdapat masyarakat yang kembali mendaftar meskipun pada tahun sebelumnya sudah pernah mengikuti upacara di Istana.
“Jadi dari seluruh pendaftar, kita bisa lihat datanya karena ada juga yang tahun sebelumnya sudah pernah ikut upacara di Istana, tahun lalu juga sudah ikut, sekarang ikut mendaftar lagi,” kata Prasetyo.
Meski demikian, pemerintah tidak melarang warga yang pernah hadir untuk kembali mendaftar. Prioritas diberikan semata-mata untuk memperluas kesempatan bagi masyarakat yang selama ini belum pernah mengikuti langsung upacara kemerdekaan di Istana.
“Bukan tidak boleh, tetapi kita akan mencoba membagi porsi dengan berusaha memprioritaskan bagi saudara-saudara kita, masyarakat kita yang belum pernah sama sekali, jadi kita bagi porsinya itu,” jelasnya.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini akan diisi dengan sejumlah agenda kenegaraan.
Salah satu agenda utama adalah pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2026.
Sebelumnya, rangkaian peringatan akan diawali dengan renungan suci yang dijadwalkan berlangsung di Taman Makam Pahlawan pada 16 Agustus 2026.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026 dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.
Membludaknya jumlah pendaftar menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan secara langsung di Istana.
Dengan tambahan sekitar 3.400 slot dan sistem prioritas bagi masyarakat yang belum pernah hadir, pemerintah berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada warga untuk mengikuti momentum bersejarah tersebut.
- Penulis: Yuda Ananda


Saat ini belum ada komentar