Gempa M 7,7 Guncang NTT, Korban Tewas Capai 47 Orang
- account_circle Yuda Ananda
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 521
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR melakukan evakuasi dan penanganan korban pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). BNPB mencatat korban meninggal dunia mencapai 47 orang hingga Sabtu malam. AP/YD/kalsel.antaranews.com.
NUSA TENGGARA TIMUR, Antara Pos – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Bencana tersebut menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di sejumlah wilayah.
Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu malam mencatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 47 orang. Korban tersebar di lima kabupaten yang terdampak gempa.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak.
Dari total korban tersebut, 24 orang meninggal dunia di Kabupaten Manggarai. Selanjutnya, 17 korban tercatat di Kabupaten Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada dan satu lainnya di Ende.
Selain korban meninggal, sejumlah warga juga mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis. Tim gabungan masih melakukan pencarian, evakuasi serta pendataan terhadap dampak gempa di sejumlah lokasi.
Gempa yang berpusat di sekitar wilayah Nagekeo tersebut turut menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas umum. Laporan sementara menunjukkan sedikitnya 157 rumah mengalami kerusakan berat, sementara jumlah kerusakan secara keseluruhan masih dalam proses pendataan.
Sektor pelayanan publik dan transportasi juga ikut terdampak. BNPB sebelumnya melaporkan lima bandara mengalami kerusakan pada bagian gedung terminal, sedangkan dua pelabuhan turut terdampak gempa.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas kesehatan dan bangunan lainnya di wilayah terdampak.
Gempa terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.58 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, gempa memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.30 WIB. Masyarakat tetap diminta tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama. BMKG mencatat ratusan aktivitas gempa susulan dengan kekuatan yang bervariasi pada Sabtu.
Pemerintah juga mulai mengerahkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak. BNPB menyiapkan 50.000 paket bantuan pangan dan nonpangan dengan total berat mencapai sekitar 275 ton.
Sebagian bantuan disalurkan melalui gudang logistik di wilayah Flores Timur, sementara bantuan dari Jakarta dikirim melalui Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma.
Hingga Sabtu malam, sebanyak 10.500 paket bantuan telah tiba di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak.
Proses evakuasi, pendataan kerusakan, pelayanan kesehatan dan distribusi bantuan masih terus dilakukan oleh pemerintah bersama tim gabungan di lapangan.
- Penulis: Yuda Ananda


Saat ini belum ada komentar